Hingga Manunggal Pada Jamak
"There was nowhere to go but everywhere, so just keep on rolling under the stars..."
Tetaplah berkelana berganti pelana
Me-reka rencana meski entah kemana
Jelajahi ruang diiringi senandung gemintang
Hingga manunggal pada jamak hamparan bintang bintang
Kita semua tersesat di belantara semesta
Terhempas begitu saja tanpa di sengaja
Tanpa ku meminta ini teka teki apa?
Ku enggan meminta ampun dengan jiwa berserapah ya..
Ku bebas tuk memaki.. haha
Ku bebas tuk memaki.. yow
Ku bebas tuk memaki
Sembari puncak atas diri dengan giat aku daki
Ku menelusuri jengah jiwa jiwa mati suri
Menyadari lengah ketika ku khusyu sendiri
Duduk di stadion disana di tribun penonton
Mengatai dungu sembari membakari mercon
Kau hilang bebas man... kau sudah kebas man
Terjajah kelas man.. lalai pada prioritas and..
Apa yang kau butuhkan kau acuhkan kau turutkan
Pola turunan jerih urunan langgengkan kutukan
Panjang umur perbudakan! Banyak yang sudah ingatkan
Cemeti pada penarik pedati abadi diayunkan
Kau di berikan aturan yang tidak engkau paham
Kau mengangguk mengaminkan karena sudah awam
Insan pun waham doktrin raung mesin uang
Penggerus ruang delusi menuntut dulang
Berpesta lupa bersulang dihantui bon tagihan
Setiap pacuan nafas ditodongi perpuluhan
Tetaplah berkelana berganti pelana
Me-reka rencana meski entah kemana
Jelajahi ruang diiringi senandung gemintang
Hingga manunggal pada jamak hamparan bintang bintang
Semua orang sedang berkompetisi menjual dusta
Bermanis muka atau berlagak nyata
I trust none tiada satupun aku percaya
Dunia itu perkara siapa lebih dulu memperdaya
Manusia adalah parasit naturally separatis
Setia pada tujuan temporal so aku apatis
Ku hanya menjadi defensif wajar saja aku sinis
Ada kalanya ofensif bila sudah lampaui garis
Permisif bilamana tendensiku rasakan klop
Koalisi itu pasti bila goal ditaksir cocok
Siapa matang pasti berhitung mana rugi mana untung
Tengok saja pada kawan yang mendadak mengerubung
Rumputmu lebih hijau ia pun nyaring berkicau
Sanjung puji bilang sokong demi mencapai cincai
Soal kepeng semua pintar tak perlu masuk sekolah
Namun betapapun pelik hiduplah umpama Berpesta
Tetaplah berkelana berganti pelana
Me-reka rencana meski entah kemana
Jelajahi ruang diiringi senandung gemintang
Hingga manunggal pada jamak hamparan bintang bintang
Tetaplah berkelana berganti pelana
Me-reka rencana meski entah kemana
Jelajahi ruang diiringi senandung gemintang
Hingga manunggal pada jamak hamparan bintang bintang
Kita semua tersesat di belantara semesta
Terhempas begitu saja tanpa di sengaja
Tanpa ku meminta ini teka teki apa?
Ku enggan meminta ampun dengan jiwa berserapah ya..
Ku bebas tuk memaki.. haha
Ku bebas tuk memaki.. yow
Ku bebas tuk memaki
Sembari puncak atas diri dengan giat aku daki
Ku menelusuri jengah jiwa jiwa mati suri
Menyadari lengah ketika ku khusyu sendiri
Duduk di stadion disana di tribun penonton
Mengatai dungu sembari membakari mercon
Kau hilang bebas man... kau sudah kebas man
Terjajah kelas man.. lalai pada prioritas and..
Apa yang kau butuhkan kau acuhkan kau turutkan
Pola turunan jerih urunan langgengkan kutukan
Panjang umur perbudakan! Banyak yang sudah ingatkan
Cemeti pada penarik pedati abadi diayunkan
Kau di berikan aturan yang tidak engkau paham
Kau mengangguk mengaminkan karena sudah awam
Insan pun waham doktrin raung mesin uang
Penggerus ruang delusi menuntut dulang
Berpesta lupa bersulang dihantui bon tagihan
Setiap pacuan nafas ditodongi perpuluhan
Tetaplah berkelana berganti pelana
Me-reka rencana meski entah kemana
Jelajahi ruang diiringi senandung gemintang
Hingga manunggal pada jamak hamparan bintang bintang
Semua orang sedang berkompetisi menjual dusta
Bermanis muka atau berlagak nyata
I trust none tiada satupun aku percaya
Dunia itu perkara siapa lebih dulu memperdaya
Manusia adalah parasit naturally separatis
Setia pada tujuan temporal so aku apatis
Ku hanya menjadi defensif wajar saja aku sinis
Ada kalanya ofensif bila sudah lampaui garis
Permisif bilamana tendensiku rasakan klop
Koalisi itu pasti bila goal ditaksir cocok
Siapa matang pasti berhitung mana rugi mana untung
Tengok saja pada kawan yang mendadak mengerubung
Rumputmu lebih hijau ia pun nyaring berkicau
Sanjung puji bilang sokong demi mencapai cincai
Soal kepeng semua pintar tak perlu masuk sekolah
Namun betapapun pelik hiduplah umpama Berpesta
Tetaplah berkelana berganti pelana
Me-reka rencana meski entah kemana
Jelajahi ruang diiringi senandung gemintang
Hingga manunggal pada jamak hamparan bintang bintang
Komentar
Posting Komentar