Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Puspa Rupa

Umpama diri ini adalah inang  Tempat bersarang Spesies-spesies sembarang Hewan-hewan dengan jasad sebagai kandang Dan disana pula aku berladang  Bercocok tanam, apa yang dirasa cocok aku tanam Ya, mereka semua ku rawati ku beri makan Agar tak berlawan menderaku sebagai sang tuan Hanya ada satu kepala, itu tlah lama ku Imani Lalu kemudian, ku merasa aku di intipi  Kontan ku merasa terintimidasi, siapa gerangan? Ada dia! Eh, tak hanya dia! Siapa kalian? Aku? Wajah-wajah yang tak kukenal Kalian adalah aku? Nafasku tersengal Satu per satu kalian merupa teror  Kala tenang, kalian dengan lancang menggedor  Aku kau seret kesana kemari hingga lusuh Aku kau takut-takuti hingga lelah tanpa peluh Kusadari puspa rupaku Kepingan puzzle wajah watakku Ku himpun takluk namun tak kuasaku Pelan ku berdamai dan mulai ku reka nama-namaku

Postingan Terbaru

Mendidih muak

Pariwara Purnama

Kopi dan coklat

Genocide '65 (Documentaries)

Aponia

Sebuah Puisi Oleh Lucretius

Dilarang tanya mempertanyakan

Deklarasi Hak Asasi Manusia (HAM) atau Universal Independent of Human Rights

Reka Murka

Either me and you.. at last.. will leave anyway